Rabu, 22 Maret 2017

HIDUP TANPA RIBA

HIDUP TANPA RIBA
Setelah meninggalkan riba, satu demi satu mimpi terwujud. Mimpi kami saat itu.
1.Bebas Hutang
2.Punya Anak
3.Punya rumah
4.Punya kendaraan
5.Punya Investasi
Saya dan suami, menikah tanggal 29 januri 2006.
Memulai hidup dari minus. Gali lubang tutup lobang, terlilit hutang Bank. Setiap hari kerja banting tulang, tapi ya segitu-segitu aja. Orang hasilnya buat nyicilin utang, haha....menyedihkan bukan?
Waktu itu, punya tiga toko handphone. Lumayanlah, walau dua toko posisinya ada di pinggir kali, dan satu toko adanya di kolong rel. xixixi...Kalau pemasukan mah lancar.
Tapi... Ya, gitu, numpang lewat doang.
Sekitar tahun 2009.
Kedua toko saya, yang terletak di kawasan kota tua digusur karena ganti pemerintahan. Alasannya, koperasi yang mengelola toko-toko tersebut. Tidak terdaftar di pemda.
Setelah penggusuran kedua toko tersebut. Saya dan suami terpaksa memberhentikan beberapa karyawan, yang bekerja di sana. Kami hanya menyisakan satu karyawan, untuk ikut mengelola toko satu-satunya yang masih tersisa.
Tapi malang tak bisa ditolak, karena pada tahun 2010. Toko kami yang tinggal satu-satunya pun, ikutan digusur, hingga akhirnya semua karyawan di rumahkan.
Saat itu, bukan hanya karyawan saja yang kehilangan mata pencaharian. Saya dan suami pun sama, mendadak jadi pengangguran. 
Buntu? Engga dong! Kan masih ada Allah untuk berserah diri. Tetap berprasangka baik, dan meyakinkan diri, kalau semuanya akan baik-baik saja. Saya seratus persen YAKIN. Kalau Allah akan membuka pintu rejeki yang lebih lebar, dan lebih besar.
Alhamdulilah, keyakinan itu terbukti.
Setelah penggusuran toko terakhir. Saya dan suami memutuskan menyewa kamar kost kecil dengan ruangannya yang sempit, di sana hanya tersedia tempat tidur, dan lemari baju.
Tapi, itu tidak masalah buat saya. Justru dalam kondisi seperti itu, saya merasa, kekuatan cinta tumbuh semakin besar. 
Saya dan suami. Terus berpegangan tangan, saling menguatkan, bekerja sama menjadi team yang solid, hingga akhirnya kami berdua berhasil bangkit. Memutuskan membangun usaha baru. Dengan hanya bermodalkan uang dari hasil penutupan asuransi. 

Kami memulai bisnis online, dari tidak tahu apa-apa. Menggunakan google sebagai panduan. Alhamdulilah, sedikit demi sedikit kami mulai mengerti, dan memahami cara kerja online shop.

Selang enam bulan kemudian, usaha kami mulai menuai hasil yang memuaskan. Alhamdulilah, atas kuasa Allah kami berhasil melunasi semua hutang bank, dan hutang2 lainnya, dalam waktu yang relatif singkat.
Tahun 2011. Semua hutang berhasil dilunasi.
Saya dan suami. Mulai membahas tentang mimpi untuk masa depan kami. Dengan semangat 45, kami bersama merajut mimpi. Dengan bekerja siang dan malam, lelah dan penat sudah tak sempat lagi dirasakan.
Sebisa mungkin kami melayani customer dengan cepat dan tanggap. Karena itulah, diawal kejayaan kami, toko68.com terkenal dengan fast responnya.
Tahun 2012. Yeayyy!! Freedom! bebas hutang, dan punya tabungan. Saatnya mewujudkan mimpi.

Langkah pertama kami untuk mewujudkan mimpi. Dimulai dengan melakukan program kehamilan. Sekali lagi atas kuasa Allah yang memudahkan usaha kami. Mimpi saya untuk punya anak akhirnya terwujud ditahun 2012.
Tahun 2013. Mimpi untuk punya Rumah impian, dan kendaraan pribadi dapat diwujudkan.
Tahun 2014. mimpi kami untuk punya investasi berbentuk sawah, Alhamdulilah di kabulkan juga sama Allah.
Tahun 2015 dan 2016. Kehidupan kami terus membaik, dengan memegang teguh prinsip.
No Utang!!! no Credit Card !!!🚫
Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.
Menabung-nabung dahulu beli barang kemudian.
Semoga, tulisan ini, bisa meyakinkan teman-teman untuk segera meninggalkan Riba.
Allah Maha besar, maha kaya, teruslah Yakin atas kekuasaan Allah.
Karena bagi Allah semuanya mudah.
Ingat! bagi Allah tak ada yang tak mungkin. Kun fayakun!
Salam
Rinie Mulyani


Tidak ada komentar:

Posting Komentar