Belajar Hidup Tanpa Riba
Hidup tanpa hutang, mungkinkah? Pertanyaan ini, sempat memenuhi kepala saya beberapa tahun silam. Pernah terbelit hutang, terjebak dengan riba, membuat kehidupan saya sengsara bukan kepalang.
Tak tahan dengan tekanan hidup, saya memberanikan diri untuk menghadap ibu. Menceritakan semua masalah yang tengah dihadapi, serta memohon wejangan supaya bisa segera keluar dari jeratan hutang.
Pesan ibu: Tinggalkan riba! Belajar hidup apa adanya! Caranya:
Catat semua hutang! Selipkan di dalam
dompet, kalau tiba-tiba tergoda sama barang yang enggak jelas, lihat lagi
catatan itu! Pikirkan! Mana yang lebih penting?
Di ruang kerja, tempel juga catatan hutang di tempat yang terlihat, supaya kalau malas datang, bisa langsung ingat kewajiban. Semoga catatan hutang tersebut bisa mengembalikan semangat kerja.
Jangan tinggalkan shalat malam dan dhuha!
Terus memohon sama Allah, karena hanya Allah yang bisa mengabulkan semua hajat
kita.
Alhamdulillah... Dengan mengikuti wejangan dari ibu, dalam waktu kurang dari satu tahun, saya berhasil melunasi semua hutang bank dan cicilan lainnya.
Memulai babak baru dalam kehidupan tanpa hutang, dengan memegang teguh prinsip. No hutang! No credit card!
Selain itu, terus membaca dan mempelajari
hukum-hukum riba, membuat saya semakin takut dengan dosa dan bahaya yang
disebabkan oleh riba.
Karena Firman Allah Nyata tertulis dalam Alquran.
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman”. (Surat Al-Baqarah ayat 279).
“Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya”. (Surat Al-Baqarah ayat 279).
Dengan adanya ayat-ayat di atas, maka sudah kewajiban kita meninggalkan riba, supaya kita termasuk kedalam golongan orang yang beriman.
Semoga kita semua selalu diberi petunjuk, supaya terhindar dari dosa riba yang sangat mengerikan. Aamiin...
