Jumat, 07 April 2017

Belajar Hidup Tanpa Riba

Belajar Hidup Tanpa Riba

Hidup tanpa hutang, mungkinkah? Pertanyaan ini, sempat memenuhi kepala saya beberapa tahun silam. Pernah terbelit hutang, terjebak dengan riba, membuat kehidupan saya sengsara bukan kepalang.

Tak tahan dengan tekanan hidup, saya memberanikan diri untuk menghadap ibu. Menceritakan semua masalah yang tengah dihadapi, serta memohon wejangan supaya bisa segera keluar dari jeratan hutang.

Pesan ibu: Tinggalkan riba! Belajar hidup apa adanya! Caranya:
Catat semua hutang! Selipkan di dalam dompet, kalau tiba-tiba tergoda sama barang yang enggak jelas, lihat lagi catatan itu! Pikirkan! Mana yang lebih penting?

Di ruang kerja, tempel juga catatan hutang di tempat yang terlihat, supaya kalau malas datang, bisa langsung ingat kewajiban. Semoga catatan hutang tersebut bisa mengembalikan semangat kerja.
Jangan tinggalkan shalat malam dan dhuha! Terus memohon sama Allah, karena hanya Allah yang bisa mengabulkan semua hajat kita.

Alhamdulillah... Dengan mengikuti wejangan dari ibu, dalam waktu kurang dari satu tahun, saya berhasil melunasi semua hutang bank dan cicilan lainnya.

Memulai babak baru dalam kehidupan tanpa hutang, dengan memegang teguh prinsip. No hutang! No credit card!
Selain itu, terus membaca dan mempelajari hukum-hukum riba, membuat saya semakin takut dengan dosa dan bahaya yang disebabkan oleh riba.

Karena Firman Allah Nyata tertulis dalam Alquran.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman”. (Surat Al-Baqarah ayat 279).

“Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya”. (Surat Al-Baqarah ayat 279).

Dengan adanya ayat-ayat di atas, maka sudah kewajiban kita meninggalkan riba, supaya kita termasuk kedalam golongan orang yang beriman.

Semoga kita semua selalu diberi petunjuk, supaya terhindar dari dosa riba yang sangat mengerikan. Aamiin...


ULANG TAHUN


Ulang tahun buat saya? biasa aja tuh!
Yang luar biasa itu, pas dapat kejutan. Dannnn... kejutan pertama dari suami, selalu menjadi kado terindah untuk diingat.
Selembar kertas putih berisi puisi indah, yang tersimpan rapi di bawah bantal Menjadi kenangan indah tak terlupakan.
Kejutan lainnya, yang tak luput dari ingatan adalah cincin yang ditaruh di antara tumpukan baju.
Ini asli kejutan banget. Habis mandi, buka lemari, pilih baju, terus tiba-tiba ada kotak jatuh mengenai kaki. Pas dibuka ternyata isinya cincin.
Yang bikin terharu, waktu saya tanya ukuran. "kok tau ukurannya?". Kemudian suami jawab: "Waktu kamu tidur aku ukur jari kamu memakai tali". #langsungmelted.
Tahun-tahun berikutnya, tidak ada kejutan. Tapi, suami selalu menyisihkan waktu khusus. Walau hanya sekedar makan/nonton/belanja. Itu semua sudah cukup membuat bahagia.
Yang ingin saya sampaikan di sini, pesan untuk para suami.
Pandai-pandailah mengambil hati istri! Karena istri jantung keluarga. Kalau istri bahagia seisi rumah akan bahagia.
Percaya deh! Kejutan-kejutan kecil yang diberikan suami, akan menjadi kenangan luar biasa untuk istri. Kalau enggak bisa memberi kejutan setiap hari, minimal beri kejutan setahun sekali.
Khusus saya pribadi, dibuatkan dadar telur di hari ulang tahun aja sudah senang banget. ðŸ˜‚😂 apalagi kalau dapat kejutan yang spesial.
Tapi yang terpenting dari semuanya. Ridho dan doa dari suami, karena hanya ridho dan doa dari suami yang bisa mengantar seorang istri ke surga.
Semoga di sisa umur ini, bisa menjadi kebahagian untuk anak dan suami. Bermanfaat untuk orang lain, dan bisa menyempurnakan hijrah.
Terus #muhasabah diri. Karena dengan bertambahnya umur, berarti jatah hidup di dunia sudah berkurang.