Sabtu, 25 Maret 2017

Pesan Buat Emak-Emak

Pesan buat Emak-Emak di sini.
Kalau punya anak batita, anaknya mau nempel terus ke emak. Enggak apa-apa mak. Ikutin aja apa maunya, nikmatin aja kebersamaan sama sikecil. Puas-puasin, karena itu enggak akan berlangsung lama.
Dari pengalaman saya dua tahun terakhir seperti itu. Sempat kemana-mana diikuti anak sampe susah ngapa-ngapain. Sampai saya berhenti dari dunia bisnis demi fokus ke anak.
Sekarang anak saya usianya 4,5 tahun. Sudah mandiri, enggak nempel lagi kayak dulu. Malah sudah beberapa kali diajak pergi, dia enggak mau. Karena sekarang dia sudah mulai asik main.
Hari ini kejadian lagi, saya mau ajak dia pergi ke rumah tantenya, tapi dia enggak mau. Memilih tinggal di rumah sibuk dengan mainan yang dia punya.
Awalnya merasa biasa saja pergi berdua suami. Tapi, ketika sampe di jalan, mulai lirik-lirik ke jok belakang, baru deh merasa kehilangan. Biasanya di mobil rame denger celotehan dia, sekarang sepi.
Ini baru menginjak 4,5 tahun mak. Bagaimana kalau dia sudah sekolah, terus ikut les, dan ikut kegiatan-kegiatan lainnya. Pasti akan lebih banyak lagi waktu yang hilang bersama anak.
Makanya mak, kudu seneng yah kalau di tempelin sama anak, karena masa-masa itu enggak akan terulang.

Jumat, 24 Maret 2017

BELAJAR TELITI

Belajar Teliti
Saya dan ceroboh itu ibarat teman dekat yang susah dipisahkan.
Pernah suatu hari. Saya ke pasar, pilih sayur, bayar, terus pulang, sayur nya enggak dibawa. Parahnya lagi, saya baru sadar setelah sampai di rumah.
Mau balik lagi ke pasar, capek kalau cuma ambil sayuran doang, kalau enggak balik lagi, butuh sama sayuran nya, dilema banget pokoknya.
Nah, Mak!
 Biar tidak mengalami kejadian seperti saya, fokus ya mak! fokus!
Kalau ke pasar itu bawa catatan, dari rumah sebaiknya tulis dulu barang apa saja yang mau dibeli. Kalau sudah belanja, usahakan dicek lagi! Jangan lupa bawa tas dari rumah. Supaya, belanjaan kita tidak Tercecer kemana-mana.
Selain itu, membawa tas dari rumah bisa mengurangi penggunaan kantong plastik. Itu berarti kita sudah ikut mencegah pemanasan global.
Kasus lainnya. Saya pernah salah kirim barang. Pesanan sana saya sini, Pesanan sini saya kirim sana . Gara-gara kesalahan tersebut, saya jadi dapat komplain dari sana sini. #tepokjidat
Belajar dari pengalaman. Sekarang, saya selalu sediakan stiker label di rumah. Jadi, kalau ada orang mau pesan jilbab, di jilbab yang sudah dipesan, langsung saya tempel nama pemesannya.
Sebelum dibungkus dan dikirim, saya biasa kan untuk mengecek ulang, supaya benar-benar yakin. Kalau barang yang dibungkus dan dikirim itu sesuai pesanan.
Kecerobohan saya tidak sampai disitu mak. Beberapa hari lalu saya juga kena insiden kerudung terbalik.
Untungnya, pas kejadian, saya sedang memakai kerudung dari brand "Munira." Jadi enggak bakal ketahuan meskipun memakainya terbalik.
Sebab, Kerudung "Munira" itu warna bagian luar dan dalam sama bagusnya, jahitan nya juga sangat halus dan rapi. Enggak masalah meskipun terbalik memakainya.
Tapi biarpun begitu jangan ya mak! Teliti dan waspada itu Harus! Supaya apa yang kita kerjakan tidak sia-sia. Karena dari pengalaman yang sudah pernah saya alami, kecerobohan itu selalu berujung kesusahan.
Makanya, sekarang saya lagi berjuang banget usir kebiasaan buruk tersebut, salah satunya dengan belajar menulis. Karena dalam dunia tulis menulis, ketelitian menjadi sebuah keharusan yang tidak boleh dilanggar. Eh bener enggak sih?
Semoga ketelitian yang sedang saya pelajari di dunia tulis menulis, bisa menular kedalam kehidupan sehari-hari. Aamiin...😇 doakan saya ya mak 

Kamis, 23 Maret 2017

KEPEPET MENJADI BERKAH

Kepepet Menjadi  Berkah 
Memulai bisnis online, tidak pernah ada dalam perencanaan hidup saya. Jangankan untuk merencanakan. Mengerti tentang seluk beluk dunia internet aja tidak. Jadi kalau ada yang nanya kenapa saya terjun ke bisnis online? Jawaban yang paling tepat itu, ya karena saya kepepet.
Ya, kepepet !
Pertama. Toko saya digusur, karena toko digusur, otomatis saya kehilangan mata pencaharian.
Kedua. Saya tidak punya uang untuk menyewa toko baru.
Ketiga. Modal yang saya punya sangat sedikit, jadi harus benar-benar membuat perencanaan dengan matang.
 Hal yang sangat mungkin untuk di coba dalam keadaan saat itu, cuma bisnis online.
Kenapa bisnis online?
1.Bisnis online tidak perlu menyewa toko
2.Bisnis online bisa dilakukan di mana saja
3.Tenaga kerja bisa disesuaikan
4.Jangkauannya Luas
5.Waktunya fleksibel 
Dari pertimbangan-pertimbangan di atas. Saya dan suami mantap banting setir memilih bisnis online. Memulai bisnis dari Nol, dari tidak Mengerti apa-apa, sampai menjadi paham cara kerjanya, semua itu hanya dipelajari dari mbah google.
Sekarang bisnis online menjadi penghasilan utama saya.
Pesan saya, buat  teman-teman yang lagi buntu, alias lagi mentok sana sini, atau lagi benar-benar kepepet.
Tidak perlu khawatir ! Selama kita tidak larut dalam masalah, selama kita mau terus mencoba hal yang baru, pada waktunya kita akan menemukan jalan untuk keluar dari permasalahan yang sedang kita hadapi.
Syaratnya. Fokus pada Solusi, minta petunjuk sama yang di atas, dan pelajari setiap kemungkinan yang bisa mendatangkan peluang. Jangan takut gagal sebelum mencoba!  Jangan kapok kalau percobaan kita gagal!
Gagal, coba lagi! Jatuh, bangun lagi! Coba terus! Ambil pelajaran dari setiap kegagalan yang sudah kita lalui. Intinya, kita tidak boleh cepat menyerah dan merasa kalah.
Tetap berpikiran positif, tetap berprasangka baik, supaya kepepet yang pernah kita alami menjadi berkah untuk diri kita, dan membawa berkah untuk orang lain. Karena, bisa jadi kepepet yang sedang kita hadapi, menjadi pintu rejeki lain yang sudah Allah siapkan untuk kita. Semoga tulisan ini bisa menjadi penyemangat buat siapa saja yang membacanya. Aamiin.


http://www.toko68.com/

Selalu Ada Kesempatan Untuk Pekerja Keras

Waktu sekolah dulu, saya termasuk anak yang biasa-biasa saja. Enggak berprestasi, tapi enggak ketinggalan juga. Alhamdulilah saya selalu naik kelas. Walaupun dengan nilai yang sangat pas-pasan.
Nilai matematika, selalu menjadi nilai paling lemah. Sementara untuk mata pelajaran lainnya, lumayanlah enggak lemah-lemah amat. #bukaaib ðŸ˜‚
Sejak Sekolah, saya menyadari, kalau nilai akademis menjadi titik terlemah saya. karena alasan itulah, saya tidak pernah berpikiran untuk menjadi karyawan.
Saya takut, kalau saya jadi karyawan, bos saya nanti langsung terserang stroke. #sadis
Bayangin deh! Punya karyawan lemot dengan wajah super melas. Pasti akan menjadi derita tiada akhir buat si bos. Mau dimarahin kasihan lihat tampang karyawannya, enggak dimarahin makan hati karena kelemotannya, wkwkwk.
Tapi untungnya, si bos yang saya ceritain tadi cuma ada dalam khayalan saja. Karena saya, tidak pernah ngalamin yang namanya punya bos.
Nah, mungkin disini nilai lebihnya. Karena saya tidak pernah ingin jadi karyawan, saya selalu bermimpi untuk jadi bos. Tapi saya sadar, bermimpi saja tidak cukup untuk mendapatkan apa yang saya inginkan.
Maka dari itu, saya terus mencari cara untuk mewujudkannya.
Evaluasi diri, dan belajar mengembangkan diri, menjadi cara ampuh untuk mewujudkan mimpi yang saya inginkan.
Terus belajar, dan terus berjuang, menjadi modal saya untuk mengarungi kerasnya kehidupan dan persaingan.
Saya selalu yakin. Meskipun saya tidak pernah bekerja dikantoran, saya bisa mendapatkan semua yang saya impikan dengan cara saya sendiri.
Alhamdulilah, keyakinan itu benar. Karena perlahan tapi pasti, pada akhirnya, semua yang pernah saya impikan menjadi kenyataan.
Bisa menjadi bos, meskipun hanya memiliki beberapa karyawan.
Bisa punya kehidupan layak, meskipun saya tidak pintar.
Jadi. Buat kamu-kamu yang nilai sekolahnya selalu pas-pasan, tidak perlu khawatir! Enggak bisa dapat penghasilan, tidak perlu takut! enggak bisa meraih impian.
Karena, Selama kita "mau", terus berjuang, dan terus belajar, kita pasti akan temukan jalan.
Ingat! Kesempatan selalu terbuka lebar. Asal, kita gigih berjuang dan mau bersabar.


Rabu, 22 Maret 2017

HIDUP TANPA RIBA

HIDUP TANPA RIBA
Setelah meninggalkan riba, satu demi satu mimpi terwujud. Mimpi kami saat itu.
1.Bebas Hutang
2.Punya Anak
3.Punya rumah
4.Punya kendaraan
5.Punya Investasi
Saya dan suami, menikah tanggal 29 januri 2006.
Memulai hidup dari minus. Gali lubang tutup lobang, terlilit hutang Bank. Setiap hari kerja banting tulang, tapi ya segitu-segitu aja. Orang hasilnya buat nyicilin utang, haha....menyedihkan bukan?
Waktu itu, punya tiga toko handphone. Lumayanlah, walau dua toko posisinya ada di pinggir kali, dan satu toko adanya di kolong rel. xixixi...Kalau pemasukan mah lancar.
Tapi... Ya, gitu, numpang lewat doang.
Sekitar tahun 2009.
Kedua toko saya, yang terletak di kawasan kota tua digusur karena ganti pemerintahan. Alasannya, koperasi yang mengelola toko-toko tersebut. Tidak terdaftar di pemda.
Setelah penggusuran kedua toko tersebut. Saya dan suami terpaksa memberhentikan beberapa karyawan, yang bekerja di sana. Kami hanya menyisakan satu karyawan, untuk ikut mengelola toko satu-satunya yang masih tersisa.
Tapi malang tak bisa ditolak, karena pada tahun 2010. Toko kami yang tinggal satu-satunya pun, ikutan digusur, hingga akhirnya semua karyawan di rumahkan.
Saat itu, bukan hanya karyawan saja yang kehilangan mata pencaharian. Saya dan suami pun sama, mendadak jadi pengangguran. 
Buntu? Engga dong! Kan masih ada Allah untuk berserah diri. Tetap berprasangka baik, dan meyakinkan diri, kalau semuanya akan baik-baik saja. Saya seratus persen YAKIN. Kalau Allah akan membuka pintu rejeki yang lebih lebar, dan lebih besar.
Alhamdulilah, keyakinan itu terbukti.
Setelah penggusuran toko terakhir. Saya dan suami memutuskan menyewa kamar kost kecil dengan ruangannya yang sempit, di sana hanya tersedia tempat tidur, dan lemari baju.
Tapi, itu tidak masalah buat saya. Justru dalam kondisi seperti itu, saya merasa, kekuatan cinta tumbuh semakin besar. 
Saya dan suami. Terus berpegangan tangan, saling menguatkan, bekerja sama menjadi team yang solid, hingga akhirnya kami berdua berhasil bangkit. Memutuskan membangun usaha baru. Dengan hanya bermodalkan uang dari hasil penutupan asuransi. 

Kami memulai bisnis online, dari tidak tahu apa-apa. Menggunakan google sebagai panduan. Alhamdulilah, sedikit demi sedikit kami mulai mengerti, dan memahami cara kerja online shop.

Selang enam bulan kemudian, usaha kami mulai menuai hasil yang memuaskan. Alhamdulilah, atas kuasa Allah kami berhasil melunasi semua hutang bank, dan hutang2 lainnya, dalam waktu yang relatif singkat.
Tahun 2011. Semua hutang berhasil dilunasi.
Saya dan suami. Mulai membahas tentang mimpi untuk masa depan kami. Dengan semangat 45, kami bersama merajut mimpi. Dengan bekerja siang dan malam, lelah dan penat sudah tak sempat lagi dirasakan.
Sebisa mungkin kami melayani customer dengan cepat dan tanggap. Karena itulah, diawal kejayaan kami, toko68.com terkenal dengan fast responnya.
Tahun 2012. Yeayyy!! Freedom! bebas hutang, dan punya tabungan. Saatnya mewujudkan mimpi.

Langkah pertama kami untuk mewujudkan mimpi. Dimulai dengan melakukan program kehamilan. Sekali lagi atas kuasa Allah yang memudahkan usaha kami. Mimpi saya untuk punya anak akhirnya terwujud ditahun 2012.
Tahun 2013. Mimpi untuk punya Rumah impian, dan kendaraan pribadi dapat diwujudkan.
Tahun 2014. mimpi kami untuk punya investasi berbentuk sawah, Alhamdulilah di kabulkan juga sama Allah.
Tahun 2015 dan 2016. Kehidupan kami terus membaik, dengan memegang teguh prinsip.
No Utang!!! no Credit Card !!!🚫
Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.
Menabung-nabung dahulu beli barang kemudian.
Semoga, tulisan ini, bisa meyakinkan teman-teman untuk segera meninggalkan Riba.
Allah Maha besar, maha kaya, teruslah Yakin atas kekuasaan Allah.
Karena bagi Allah semuanya mudah.
Ingat! bagi Allah tak ada yang tak mungkin. Kun fayakun!
Salam
Rinie Mulyani